USAHA KREATIF

Pengusaha Rongsokan
Pak Jikun adalah salah satu pengusaha rongsokan/barang bekas. Beliau berasal dari Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kab. Banyumas. Usaha yang dijalankannya itu dilakukan sejak lulus dari bangku SMP tahun 1987. Awalnya beliau hanya pengepul barang bekas/ rongsok kecil – kecilan. Karena ketekunannya dalam menjalani usaha tersebut, lama kelamaan usahanya tersebut semakin menguntungkan. Sebagai pengusaha rongsokan, suka dan duka sudah ia rasakan bertahun – tahun. Penghasilannnya pun hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari – hari.
          Kini, bisa dibilang Pak Jikun sedang menikmati masa-masa keemasan dari usaha yang telah digeluti selama belasan tahun. Beliau telah sukses menjadi pengusaha rongsokan di Purwokerto.
Sekarang ini, selain bisa mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit, dari usaha ini beliau juga mampu memberikan keuntungan bagi orang lain dan masyarakat (karyawan). Mengingat dari usaha tersebut, Pak Jikun mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi orang-orang di sekitar tempat tinggalnya. Di samping itu, usaha yang dijalankannya juga berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Tanpa perannya, mustahil sampah-sampah plastik bekas minuman bisa didaur ulang kembali.
Seperti diketahui, di zaman yang serbamaju dan modern ini, kebanyakan manusia lebih memilih menggunakan barang-barang yang praktis. Akhirnya dalam penggunaan peralatan tersebut, lebih memilih yang sekali pakai (habis digunakan langsung dibuang). Misalnya habis minum minuman dalam kemasan kaleng, kalengnya langsung dibuang sembarangan, sampah – sampah kertas tercecer dimana – mana. Itu hanya sebuah contoh kecil yang sering dilakukan masyarakat.
Jadi bisa dibayangkan, tanpa adanya pengusaha rongsokan seperti Pak Jikun, barangkali di sekitar kita sudah terdapat gunung rongsokan yang tingginya melebihi Gunung Slamet. Akibatnya, mungkin kita sudah tidak betah hidup di dunia ini. Selain itu, juga tercium bau tidak enak di mana-mana. Dan lama kelamaan menjadi sumber penyakit.
Usahanya terus berkembang,, beliau sekarang memiliki pabrik yang mengolah barang rongsokan tersebut menjadi biji plastik.
Dalam proses pengolahan, plastik-plastik bekas yang sudah dikumpulkan kemudian diproses menjadi biji plastik. Pengolahan tersebut menggunakan mesin yang digerakkan dengan diesel. Plastik – plastik rongsokan tersebut diremukkan sampai halus. Kemudian hasil remukan dikeringkan dengan cara dijemur di bawah terik matahari. Setelah kering baru bisa dijual.
          Dia menjual biji plastik tersebut ke beberapa pabrik plastik di kota besar, seperti Jakarta, Semarang, dan Solo. Dia juga sudah bekerja sama dengan banyak perusahaan. Dalam setiap minggunya, paling tidak dikirim biji plastik enam ton. Pengiriman dilakukan dengan menggunakan truk besar atau tronton.
Bahan -bahan rongsokan berasal dari pembelian dari para pemulung. Tidak hanya rongsokan dari Purwokerto yang dia beli, tetapi juga dari berbagai daerah. Antara lain Kroya, Jatilawang, dan Wangon. Bahkan juga membeli rongsokan dari pemulung di Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegera. Setiap hari barang yang dibeli bisa mencapai tiga ton.
''Dari pengolahan ini, dalam setiap bulan bisa mendapatkan uang Rp 5 juta. Keuntungan yang dicapai minimal Rp 3 juta/bulan,”. Dan memperkerjakan beberapa karyawan.


Mau Download

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: